Kembali

Flowmap adalah software Open Source yang dikembangkan di Utrecht University mulai tahun 1990, dan terus mengalami perbaikan sampai sekarang. Installer dan manual Flowmap dapat di download di SINI.

Flowmap memiliki beragam fasilitas yang terkait dengan pemodelan transportasi, seperti Flow Analysis, Network Analysis, Accessibility Analysis, dan juga Interaction Modeling. Untuk melakukan analisa pada Flowmap, ada tiga jenis data yang harus disiapkan; Peta Jaringan, Flow Data, dan Distance Table.

 

Peta Jaringan

Flowmap membutuhkan minimal tiga jenis peta untuk dapat melakukan pemodelan transportasi, yaitu;

1.   Polyline sebagai representasi jaringan jalan, yang secara topologi sudah benar (mis.tidak ada ruas jalan yang saling tumpang tindih, tidak ada ruas jalan yang terputus, dll) dan dilengkapi dengan data atribut yang memadai, seperti panjang, kecepatan rata-rata, waktu tempuh tiap ruas jalan, dsb.

2.   Point sebagai representasi titik awal pergerakan (Origins)

3.   Point sebagai representasi titik tujuan pergerakan (Destinations).

 

Flow Data

Flow Data adalah data tabular yang berisikan volume pergerakan untuk tiap pasangan Origin-Destination. Sumber Flow Data adalah pengamatan lapangan atau prediksi yang dihasilkan dengan menggunakan tahap Modal Split pada pemodelan transportasi 4 tahap, yaitu menunjukkan volume pergerakan dari tiap Origins ke tiap Destinations dengan menggunakan moda transportasi tertentu.

 

Distance Table

Distance table adalah matrix yang berisikan jarak dari tiap pasangan Origin dan Destination, yang dapat berupa jarak linear, ataupun mengikuti jaringan transportasi yang ada.  Proses kalkulasi Distance Table ini dilakukan pada software Flowmap.

 

Pada website ini Tutorial Aplikasi Flowmap dikembangkan dengan ilustrasi analisa yang bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik jaringan transportasi akibat penerapan kebijakan infrastruktur transportasi. Contoh kasus yang digunakan adalah anlisa dampak beroperasinya Jembatan Suramadu terhadap volume kendaraan pada jaringan jalan di Kabupaten Bangkalan. Sebagaimana kita ketahui, sebelum Jembatan Suramadu beroperasi, kendaraan dari Kabupaten Bangkalan harus melalui Pelabuhan Kamal untuk menyeberangi Selat Madura dengan menggunakan ferry. Dengan menggunakan software Flowmap, kita dapat menganalisa karakteristik pergerakan ini dan menampilkannya pada peta. Setelah Jembatan Suramadu beroperasi, kendaraan yang akan menuju Kota Surabaya dari Kabupaten Bangkalan memiliki dua pilihan; melalui Jembatan Suramadu atau Pelabuhan Kamal. Perubahan Origins-Destinations di Kabupaten Bangkalan ini dapat (tidak harus) merubah karakteristik pergerakan, terutama volume kendaraan yang melewati tiap-tiap ruas jalan.  Hasil analisa terhadap karakteristik jaringan jalan di Kabupaten Bangkalan sebelum dan setelah beroperasinya Jembatan Suramadu dapat dilihat pada gambar di bawah ini*;

*Analisis menggunakan Dummy Data, semata-mata untuk tujuan tutorial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kelemahan dari Flowmap adalah fasilitas yang sangat terbatas untuk melakukan fungsi-fungsi dasar Sistem Informasi Geografis, oleh karena itu, untuk melakukan Flow Analysis, disarankan untuk mengkombinasikan Flowmap dengan software GIS dengan tahapan sebagai berikut;

1.     Setting peta yang dibutuhkan dengan menggunakan ArcGIS.

2.     Import data dari ArcGIS pada Flowmap.

3.     Flow Analysis dengan menggunakan software Flowmap.

4.     Import data dari Flowmap serta visualisasi dan analisa tambahan pada software ArcGIS.