Kembali

 

Langkah pertama untuk melakukan Flow Analysis adalah penyiapan data. Meskipun dapat dilakukan pada software Flowmap, tapi banyak sekali keterbatasan dalam pengelolaan data GIS, sehingga sebaiknya tahap penyiapan data ini dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS atau software GIS lainnya. Data yang perlu dipersiapkan agar dapat melakukan analisa dampak beroperasinya Jembatan Suramadu terhadap jaringan jalan Kabupaten Bangkalan adalah :

1. Jaringan jalan yang tidak memiliki error, seperti ruas jalan yang terputus dan tumpang tindih.

2. Titik Bangkitan Pergerakan (Origins), dalam analisa ini diasumsikan titik pusat desa/kelurahan di Kabupaten Bangkalan.

3. Titik Tujuan Pergerakan (Destinations), dalam analisa ini Pelabuhan Kamal dan Akses Jembatan Suramadu.

4. Volume Pergerakan antar Origins dan Destinations, baik eksisting maupun diprediksi setelah beroperasinya Jembatan Suramadu.

 

Hal penting yang harus diperhatikan;

1. Pada tutorial ini, jaringan jalan menggunakan jaringan jalan setelah beroperasinya Jembatan Suramadu. Seharusnya, ada dua jenis jaringan jalan, yaitu jaringan jalan sebelum dan sesudah Suramadu, karena pengoperasian Jembatan Suramadu juga disertai penambahan jaringan jalan.

2. Flowmap tidak dapat memprediksi volume pergerakan antar O-D, hanya bisa mengalokasikan volume tersebut pada jaringan jalan yang ada. Volume pergerakan antar O-D setelah Suramadu beroperasi dapat diperoleh melalui survey lapangan atau dengan menggunakan 4-step transport modeling.

3. Pelajari baik-baik data yang disediakan sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

 

Data yang diperlukan untuk melakukan tutorial ini dapat di download di SINI, dan ilustrasinya sebagai berikut;

Video Tutorial di atas dapat didownload di SINI