Kembali

Analisa Kesesuaian Lahan (Land Suitabilty Analysis / LSA) adalah proses berbasiskan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang digunakan untuk menentukan kesesuaian lahan terhadap penggunaan tertentu. Dasar pemikiran dari LSA adalah lahan memiliki beragam nilai, baik internal maupun eksternal, dimana tiap nilai tersebut dapat dikategorikan mendukung atau menghambat penggunaan lahan tersebut, baik eksisting maupun direncanakan.

Kesesuaian lahan ditentukan berdasarkan analisa dengan menggunakan analisa multi faktor secara sistematis, dimana faktor-faktor tersebut dapat berupa fisik, sosial, maupun ekonomi. Output dari analisa tersebut dapat berupa peta yang dapat menunjukkan area yang memiliki kesesuaian tinggi hingga tidak sesuai sama sekali untuk aktifitas tertentu. Model kesesuaian lahan juga dapat menunjukkan lokasi terbaik untuk penggunaan lahan tertentu, baik pengembangan perumahan, pusat perdagangan dan jasa, kawasan industri, dan penggunaan lahan lainnya.

Meskipun Analisa Kesesuaian Lahan dapat dikembangkan dengan banyak cara, namun metode yang banyak digunakan dengan memanfaatkan teknologi computer pada umumnya dikembangkan dengan tahapan sebagai berikut;

1. Idenfitikasi tujuan dari Analisa Kesesuaian Lahan.

2. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesesuaian lahan.

3. Penyiapan peta yang merepresentasikan tiap faktor.

4. Pengelompokan faktor.

5. Pembobotan faktor.

6. Pemodelan dengan menggunakan perangkat lunak.

 

Saat ini banyak perangkat lunak yang dapat mendukung aplikasi Land Suitability Analysis berbasiskan Sistem Informasi Geografis. Contoh dari aplikasi tersebut adalah Weighted Overlay dengan menggunakan ArcGIS dan Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) dengan menggunakan ILWIS. Tutorial SMCE pada ILWIS dapat diakses di SINI.