Penggunaan lahan (Land Use) di kawasan perkotaan maupun di perdesaan akan selalu berubah seiring dengan berjalannya waktu. Faktor-faktor yang mendorong perubahan tersebut sangat beragam, mulai dari faktor kebijakan, faktor ekonomi, hingga faktor-faktor alamiah seperti iklim, bencana, dan lain-lain. Banyaknya faktor yang mendorong perubahan penggunaan lahan seringkali membuat seorang perencana kesulitan untuk memahami karakter penggunaan lahan maupun membuat prediksi penggunaan lahan di masa depan.

Penerapan teknologi komputer dalam Perencanaan Wilayah dan Kota memungkinkan seorang menganalisa penggunaan lahan, baik eksisting maupun prediksi di masa depan dengan bantuan pemodelan. Model penggunaan lahan dapat membantu seorang perencana untuk memahami kompleksitas dan keterkaitan antar faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan lahan. Selain itu, perencana juga dapat memprediksi penggunaan lahan di masa depan, mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang muncul, mengidentifikasi pilihan-pilihan kebijakan yang dapat diterapkan, dan memprediksi sejauh mana kebijakan yang diterapkan akan dapat mengatasi masalah.

Meskipun pada awalnya pemodelan penggunaan lahan dikembangkan dengan kaidah matematis dan Sistem Informasi Geografis, akan tetapi issue-issue seperti lingkungan dan partisipasi masyarakat juga merupakan faktor yang sangat penting untuk dilibatkan dalam pengembangan Landuse Modeling. Ada dua bentuk pemodelan penggunaan lahan yang dapat dikembangkan dengan menggunakan computer, yaitu Land Suitability Analysis dan Landuse Change Modeling.